Alur Menulis Konten Blog Agar Bounce Rate Turun

Published by Teguh Riyanto on

konten blog

Bounce rate blog Anda tinggi? Ini bukan berarti konten blog yang Anda buat tidak berkualitas. Bukan pula karena artikel yang Anda tulis kurang panjang. Karena bisa saja ini masalah alurnya yang kurang menarik.

Anda boleh membuat artikel blog yang panjang. Dengan tujuan agar bounce rate rendah. Ada juga yang memiliki tujuan supaya artikelnya mudah berada di halaman satu.

Itu bukan hal yang salah. Namun, Anda harus memahami bounce rate. Percuma saja jika artikel Anda sudah panjang. Hanya saja, pembaca langsung kurang tertarik dengan paragraf pertama. Dan akhirnya mereka klik tombol close di browser. Mereka berganti membaca konten blog lainnya.

Jadi, bounce rate tidak hanya semata-mata karena panjangnya artikel blog. Anda harus juga bisa membuat pembaca betah membaca dari awal hingga akhir. Dan itu buth alur menulis konten blog yang bagus.

Maka dari itu, Anda bisa menerapkan template atau alur sebagai berikut:

  1. Buat Judul yang Clickable
  2. Paragraf Pertama yang Bikin Penasaran
  3. Brief tentang Isi Konten Blog
  4. Penjelasan Setiap Poin

Tentu alur tersebut bukan hal yang pakem. Tidak perlu pula Anda yakini. Karena setiap segmen pembaca itu punya ketertarikan yang berbeda terhadap tulisan.

Akan tetapi, alur tersebut bisa Anda terapkan. Anda modifikasi sesuai dengan kebutuhan. Karena dengan template atau alur pembuatan konten blog tersebut, pembaca lebih mudah untuk memahami apa yang ingin Anda sampaikan. Sehingga mereka dengan antusias membaca setiap kalimat dari awal hingga akhir.

Judul yang Clickable

Ini sebenarnya bagian yang paling sulit dalam membuat konten blog. Membuat judul artikel blog itu ibarat memancing. Anda harus memancing orang untuk mau klik dan membuka blog Anda.

Untuk membuat judul yang clickable, Anda harus memulai dengan memahami masalah. Pikirkan apa masalah yang pembaca Anda hadapi. Masalah tersebut bisa Anda gunakan sebagai judul.

Selain itu, di dalam judul juga harus memuat solusi. Jadi, judul konten blog Anda harus memuat dua hal. Yaitu masalah serta solusi yang ingin Anda sampaikan. Jika Anda berhasil mengkombinasikan dua hal ini, judul artikel blog Anda pasti menarik.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa lihat penjelasan saya di channel Youtube saya. Klik sini.

Paragraf Pertama yang Bikin Penasaran

Setelah menulis judul, Anda harus membuka dengan sebuah paragraf. Biasanya, ada dua atau tiga paragraf sebagai pembuka sebelum menjelaskan inti yang ingin disampaikan.

Paragraf pembuka ini sangat menentukan apakah pembaca mau membaca hingga akhir atau tidak. Ini terkait dengan bounce rate.

Agar pembaca betah membaca dari awal hingga akhir, maka buatlah paragraf pertama yang bikin penasaran. Berikan penjelasan singkat tentang apa yang ingin Anda sampaikan. Ini seperti teaser film. Jika Anda suka menonton film, pasi tahu teaser itu seperti apa.

Yaps, betul sekali. Teaser berisi cuplikan beberapa adegan film yang menarik. Diharapkan orang penasaran dan mau membeli tiket serta menonton film.

Itu juga yang harus Anda lakukan ketika membuat paragraf pertama. Anda seolah-olah memberikan teaser. Sama seperti yang saya lakukan di artikel ini. Lihat saja di beberapa paragraf pertama. Saya membuat teaser berupa bagaimana cara agar bounce rate turun.

Selain itu, saya juga mengatakan bahwa artikel yang panjang itu tidak selalu bisa menurunkan bounce rate. Itu artinya saya ingin menjelaskan hal lain selain apa yang kebanyakan orang ketahui untuk menurunkan bounce rate.

Sampai sini, apakah bisa dipahami?

Brief tentang Artikel Blog

Yang satu ini tidak selalu saya terapkan. Namun, ini cukup efektif untuk menggiring pembaca agar stay tune dan terus membaca paragraf-paragraf selanjutnya.

Setelah membuka konten blog dengan paragraf pembuka yang bikin penasaran, Anda bisa membuat brief secara singkat apa yang ingin Anda sampaikan. Anda bisa membuatnya dalam bentuk list atau numbering.

Namun, pastikan list tersebut membuat orang semakin penasaran untuk mengetahui penjelasannya. Karena ini hanya bertujuan untuk menggiring pembaca agar mau melanjutkan membaca artikel blog Anda.

Penjelasan Setiap Poin

Anda sudah membuat brief yang berisi dengan list atau poin. Selanjutnya, Anda jelaskan poin-poin tersebut. Anda bisa buat subheading untuk menjelaskan setiap poin. Tujuannya agar pembaca bisa lebih memahami setiap poin yang ingin Anda sampaikan.

Di artikel sebelumnya, saya juga sudah menjelaskan bagaimana penggunaan subheading dan apa alasannya. Anda bisa pelajari di artikel saya tentang skema menulis artikel blog.

Masih bingung? Silakan baca artikel ini dari awal. Lalu, perhatikan secara lebih detail. Karena sebenarnya teori atau alur yang saya jelaskan ini secara langsung saya praktikkan ketika saya menulis artikel ini.

Sekali lagi. Alur menulis konten blog ini bukan hal yang pakem. Anda bisa modifikasi sendiri. Atau Anda juga boleh tidak setuju dan mungkin memiliki alur yang berbeda. Tinggal Anda coba beberapa alur penulisan dan lihat mana yang paling efektif menurunkan bounce rate.


Teguh Riyanto

Tinggal di kota dingin Wonosobo. Menulis menjadi kegiatan yang dilakukan setiap hari