Cara Membuat Artikel Blog Santuy tapi Tetap Berbobot

Published by Teguh Riyanto on

Cara Membuat Artikel

Sebuah keharusan bagi para blogger untuk tahu bagaimana cara membuat artikel blog yang berbobot. Terutama blogger pemula. Jadi, blogger tidak hanya asal tulis. Apalagi asal copas alias copy paste artikel orang.

Mengapa? Karena jika copas, Google pasti akan mendeteksi hal tersebut. Dan blog tidak bisa dimonetisasi khususnya dari Adsense.

Namun, ada satu alasan lain yang paling penting. Menulis artikel blog yang berkualitas itu harus dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif blogger. Ini yang bakal dibahas di bagian awal konten artikel ini.

Dan di bagian akhir, ada pembahasan tentang bagaimana tips membuat artikel blog yang berbobot. Memang tips ini tidak pakem. Mungkin ada yang salah. Mungkin juga ada tips yang perlu ditambahkan.

Silakan tulis komentar di kolom komentar. Karena komentar Anda bisa mewujudkan ekosistem blogger agar terus berkembang lebih baik lagi.

Stigma Artikel Blog

Setidaknya ada 3 stigma negatif artikel blog. Stigma ini muncul bukan tanpa alasan. Namun, apapun alasannya, para blogger harus melawan dan sebisa mungkin menghilangkan stigma tersebut.

Apa saja stigma tersebut?

1. Copas

Copas atau copy paste. Apakah ada blog copas? Tidak hanya ada, tapi banyak jumlahnya.

Sebenarnya, tidak ada konten yang asli atau murni. Kecuali konten tersebut berdasarkan penelitian atau pengalaman sendiri. Itupun ada kemungkinan ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Otomatis, kontennya kemungkinan saja.

Apa itu juga disebut dengan copas? Pembahasannya menjadi sangat rumit sekali. Ini harus diawali dengan apa yang disebut dengan copy paste artikel blog. Kalau asal copas, jelas itu nggak etis. Tapi, bagaimana jika menulis dengan cara yang beda? Apakah ini disebut dengan copas?

Kalau Anda menganggap itu juga termasuk copas, bagaimana dengan tulisan yang ada di jurnal ataupun penelitian lainnya? Bukankah ada kemungkinan ada hal yang sama yang diambil dari sumber lain?

Makanya, sebenarnya blogger harus belajar tentang content curation. Ini beda dengan copas atau rewrite artikel orang lain. Content curation itu seperti yang saya lakukan sekarang. Saya menulis sebuah artikel tentang cara membuat artikel blog yang berkualitas.

Apakah ada yang membahas tentang ini? Tentu saja ada. Dan jumlahnya banyak. Kemungkinan poin-poin yang mau saya jelaskan di sini juga sama dengan konten di blog lain.

Akan tetapi, saya mengkurasi dari berbagai sumber. Data saya kumpulkan. Kemudian data tersebut saya olah dan saya sajikan dengan bahasa dan style tulisan saya sendiri.

Saya sering bilang menulis itu seperti memasak. Bumbu boleh sama. Alat masak juga boleh sama persis. Namun, rasanya masakan tetap beda tergantung takaran setiap bumbu yang digunakan.

Sama halnya dengan tulisan. Faktanya dalam sebuah tulisan yang membahas tentang sebuah topik boleh sama. Tapi, cara penyajian beda. Mungkin juga pemahaman pembaca pun beda.

2. Isinya Lemak Doang

Stigma negatif artikel blog lainnya adalah lemak. Ini bukan berarti lemak yang ada di tubuh kita atau di tubuh hewan ini.

Lemak ini dikonotasikan sebagai hal yang tidak penting. Artinya, isi dari konten artikel blog tidak ada yang penting. Datar-datar saja. Tidak ada daging atau informasi pentingnya.

Benarkah demikian? Semoga saja tidak. Karena saya juga sering membaca konten yang ditulis oleh blogger yang isinya daging sekali. Dan kali ini saya ingin share bagaimana cara membuat artikel blog yang berdaging.

Selain itu, lemak di artikel blog itu penting juga lho. Karena pembaca blog tidak seperti pembaca artikel opini di koran atau hasil penelitian mahasiswa. Jadi, lemak itu penting. Namun, bukan berarti artikel blog itu 100% lemak doang. Ada dagingnya juga.

3. Sumber Nggak Jelas

Kalau menulis ilmiah, mencantumkan sumber itu wajib. Beda dengan artikel blog. Tidak wajib. Tapi, akan lebih baik jika sumber dicantumkan. Dan sebaiknya juga ada link sumber. Selain agar membuat artikel lebih berbobot, ini juga bagus di mata Google, memberikan outbound link.

Sudah ya. Nggak usah terlalu panjang. Kita langsung saja membahas tentang tips membuat artikel blog yang berkualitas atau berbobot.

Tips Membuat Artikel Blog Berkualitas

Di bawah ini, saya buatkan poin dan penjelasan super singkat tentang bagaimana cara membuat artikel blog berkualitas. Yang penting, praktikkan langsung.

1. Judul Harus “Mengundang”

Pernah dengar clickbait? Ini judul yang sangat clickable. Namun, ini dianggap hal yang buruk. Dan saya setuju.

Namun, bukan berarti kita harus membuat judul yang biasa-biasa saja. Tujuan judul adalah agar menarik orang mau klik. Agar beda dengan istilah clickbait, saya gunakan istilah lain, yaitu mengundang. Buat judul yang mengundang.

Secara gamblang saya jelaskan di Channel Youtube saya. Saya juga jelaskan contohnya sekalian. Silakan klik di sini untuk melihat videonya.

Yang pasti, judul itu harus mengundang. Tapi bukan clickbait. Bedanya, clickbait itu (yang saya pernah dengar dari salah satu jurnalis) itu judul yang isinya nggak nyambung. Judulnya A, isi artikelnya B. Jadi, buat judul yang mengundang. Dan judul yang mengundang tidak selalu clickbait.

2. Bahasa yang Sederhana

Pembaca blog itu beda dengan pembaca rubik opini di koran. Blog itu media untuk menyampaikan sebuah informasi secara santai. Maka, gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Bukan berarti pembaca blog itu bukan kaum intelektual ya. Bukan itu. Ada banyak sekali karakter pembaca blog. Akan lebih baik jika Anda menggunakan bahasa yang semua kalangan bisa memahami.

3. Kalimat Pendek dan Simple

Agar bahasa artikel blog Anda sederhana, gunakan kalimat pendek dan simple. Hindari membuat satu kalimat yang terlalu panjang.

Contohnya di bawah ini:

Contoh 1. Membuat artikel blog harus berbobot dengan cara menyajikan berbagai data yang valid dan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di atas adalah contoh artikel yang terlalu complicated. Dan seharusnya bisa disederhanakan dengan cara di bawah ini.

Contoh 2: Membuat artikel blog harus berbobot. Ini bisa dilakukan dengan cara menyertakan berbagai data. Data harus valid. Selain itu, referensi harus jelas dan bisa dipercaya.

Coba baca lagi contoh 1 dan 2. Bandingkan. Semoga jelas bedanya kalimat yang complicated dengan kalimat yang simple.

4. Interaktif

Tulisan itu komunikasi searah. Namun, sebaiknya tulisan artikel blog itu interaktif. Artinya, Anda menggunakan kalimat yang seolah-olah mengajak pembaca berbicara.

Misalnya saja menggunakan sapaan Anda seperti yang saya lakukan sekarang. Atau menggunakan sapaan lain seperti ibu, kamu, bapak, dan lain sebagainya. Gunakan sapaan yang tepat sesuai target pembaca Anda.

Selain itu, gunakan juga kalimat pertanyaan. Jadi, seolah-olah Anda bertanya dan berkomunikasi langsung dengan pembaca. Dengan cara ini, bahasa blog lebih santai dan interaktif.

5. Tambahkan Fakta dan Data

Dan ini yang paling penting dari cara membuat artikel blog. Setiap kali membuat artikel, usahakan ada fakta atau data. Terutama jika Anda menulis topik yang memang butuh data.

Seperti artikel yang saya buat sekarang ini, saya tidak butuh data dari sebuah survey atau penelitian. Kenapa? Karena ini artikel tutorial. Dan saya membuat artikel ini pure berdasarkan pengalaman.

Memang akan lebih baik jika saya tambahkan data dan fakta. Namun, sepertinya tidak perlu untuk topik ringan seperti ini.

Anda boleh setuju dengan apa yang saya sampaikan tentang cara membuat artikel blog berbobot ini. Boleh juga tidak. Tuliskan komentar Anda di kolom komentar di bawah ini. Yuk kita bangun komunitas blogger yang memberikan konten berbobot untuk pembaca. Sehingga blogger benar-benar memberikan kontribusi yang positif untuk masyarakat.

 


Teguh Riyanto

Tinggal di kota dingin Wonosobo. Menulis menjadi kegiatan yang dilakukan setiap hari

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *